Kalau belakangan ini kamu melihat harga MacBook Apple naik, hal tersebut bukan sekadar rumor atau kenaikan harga biasa.
Industri teknologi saat ini sedang menghadapi krisis pasokan memori atau RAM global. Lonjakan kebutuhan chip untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) membuat produsen memori mengalihkan kapasitas produksi ke kebutuhan data center, sementara pasokan untuk perangkat konsumen seperti laptop dan smartphone menjadi semakin ketat.
Apple termasuk salah satu perusahaan yang terkena dampaknya. Bahkan, Apple telah menaikkan harga sejumlah produk Mac dan iPad pada Juni 2026. Di saat yang sama, laporan terbaru menunjukkan bahwa keterbatasan DRAM mulai memengaruhi ketersediaan beberapa komputer Mac.
Bukan Hanya Harga, Stok MacBook Juga Mulai Terpengaruh
Ini bagian yang cukup menarik bagi konsumen. Bloomberg melaporkan pada April 2026 bahwa Apple memperkirakan kekurangan Mac dapat berlangsung selama beberapa bulan, sementara biaya memory chip terus meningkat. MacRumors melaporkan pada 10 Agustus bahwa analis Apple Ming-Chi Kuo mengatakan Apple sedang mengurangi rencana pengiriman hardware untuk 2026 akibat kekurangan DRAM.
RAM mahal → biaya produksi naik → harga perangkat naik → pasokan perangkat ikut tertekan.
Kenapa RAM Bisa Langka?
Untuk memahami masalah ini, kita perlu melihat perkembangan industri AI.
Perusahaan teknologi besar di seluruh dunia sedang membangun data center dengan kapasitas komputasi yang sangat besar untuk menjalankan layanan AI. Infrastruktur tersebut membutuhkan memori dalam jumlah besar, termasuk DRAM dan jenis memori berperforma tinggi seperti HBM.
Akibatnya, produsen chip memori menghadapi permintaan yang sangat tinggi, kenaikan permintaan dari perusahaan yang membangun data center AI telah menciptakan persaingan ketat untuk mendapatkan pasokan memori. Apple sendiri mengatakan harga memori di pasar mengalami kenaikan signifikan.
Masalah ini bukan hanya dialami Apple. Produsen PC dan smartphone lainnya juga menghadapi tekanan yang sama.
Salah satu contoh yang paling menarik adalah MacBook Air.
Laporan terbaru mengenai kondisi supply Apple menunjukkan beberapa konfigurasi MacBook Air mengalami waktu tunggu yang lebih panjang. Untuk konfigurasi tertentu, terutama dengan RAM lebih besar, waktu pengiriman bahkan dilaporkan dapat mencapai beberapa minggu. Hal ini masuk akal karena konfigurasi dengan kapasitas memory lebih tinggi membutuhkan lebih banyak komponen memori.
Jadi, apabila kamu sedang mencari MacBook dengan: 24GB RAM, 32GB RAM, 48GB RAM, 64GB RAM ketersediaannya bisa lebih sensitif terhadap kondisi supply dibandingkan konfigurasi dasar.
Apple Sampai Mencari Sumber Memori Baru
Yang membuat situasi ini semakin menarik adalah langkah Apple untuk mencari alternatif sumber chip memori. Apple sedang bernegosiasi dengan produsen memori China, termasuk ChangXin Memory Technologies (CXMT) dan Yangtze Memory Technologies (YMTC), untuk membantu mengurangi tekanan akibat kelangkaan memori global. Apple dikabarkan mempertimbangkan penggunaan komponen tersebut terutama untuk perangkat yang dijual di pasar China.
Ini menunjukkan betapa seriusnya tekanan supply memori yang sedang dihadapi industri dan ini penting supaya konsumen tidak salah memahami berita.
Krisis RAM tidak berarti Apple akan kehabisan seluruh stok MacBook. Apple masih memiliki kontrak dan hubungan dengan pemasok memori besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron. Selain itu, Apple memiliki daya beli yang sangat besar dibandingkan banyak produsen perangkat lainnya.
Namun, yang kemungkinan terjadi adalah:
stok menjadi lebih terbatas → waktu tunggu meningkat → harga komponen naik → harga produk ikut terdorong.